Tuban - Kasus dugaan perusakan situs makam Sunan Bonang di Kabupaten Tuban kembali menjadi sorotan publik. Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Umat Peduli Situs Mbah Bonang menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Tuban, Senin (18/5/2026) pagi.
Aksi tersebut diikuti sejumlah elemen organisasi dan komunitas, di antaranya PWI-LS Tuban, FKPP Tuban, Patriot Garuda Nusantara, Jamaah Hidayatus Sholihin, Jaringan Umat Peduli Cagar Budaya, Tiban Suruan, YPI At Tafsir, Jamaah Tahlil, hingga Pemuda Anti Korupsi Tuban-Bojonegoro.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan aspirasi terkait penanganan dugaan kasus perusakan situs cagar budaya di kawasan makam Sunan Bonang. Mereka meminta aparat penegak hukum melakukan penanganan secara terbuka, profesional, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Aliansi juga meminta kepolisian mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk proses penyelidikan terhadap pihak-pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan pembongkaran nisan lama di area kompleks makam.
Koordinator aksi, Ainun Na’im Ma’rifatullah, menyampaikan pihaknya datang untuk meminta kejelasan terkait perkembangan penanganan perkara tersebut.
“Kami hadir untuk meminta kepastian serta transparansi dari aparat penegak hukum terkait proses penanganan kasus ini. Harapannya penanganan dapat berjalan profesional dan terbuka,” ujarnya saat menyampaikan aspirasi.
Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian masih diharapkan memberikan penjelasan resmi terkait perkembangan proses penanganan perkara tersebut. Berita ini akan diperbarui setelah terdapat keterangan lebih lanjut dari pihak berwenang maupun pihak terkait lainnya guna menjaga prinsip keberimbangan informasi.(Redaksi)