LAMONGAN – Sebuah video yang memperlihatkan proses wawancara calon karyawan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Made, Kecamatan Lamongan, Jawa Timur, menjadi perhatian publik setelah ramai beredar di media sosial.
Video yang diunggah melalui akun TikTok ismaunshmm_ketua itu memperlihatkan suasana seleksi pelamar kerja di lingkungan koperasi desa, termasuk sesi tanya jawab menggunakan bahasa Inggris.
Dalam rekaman tersebut, terlihat beberapa peserta diwawancarai oleh tim seleksi untuk penempatan di unit simpan pinjam dan apotek koperasi.
Cuplikan video itu kemudian memancing beragam respons dari masyarakat dunia maya. Sebagian menilai penggunaan bahasa Inggris dalam proses seleksi merupakan langkah positif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan koperasi.
Namun, ada pula yang mempertanyakan urgensi kemampuan bahasa asing dalam proses perekrutan tenaga kerja di tingkat desa.
“Kalau memang untuk pelayanan modern dan pengembangan usaha mungkin bisa dipahami, tetapi masyarakat juga berharap seleksi tetap mempertimbangkan kebutuhan lokal,” tulis salah satu komentar pengguna media sosial.
Ramainya pembahasan tersebut membuat nama KDMP Desa Made ikut menjadi sorotan publik, khususnya terkait sistem rekrutmen dan standar kompetensi yang diterapkan.
Sejumlah warga berharap proses penerimaan pegawai di koperasi desa dapat dilakukan secara terbuka, profesional, dan memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat sekitar.
Sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak pengurus koperasi terkait mekanisme seleksi maupun alasan penggunaan tes bahasa Inggris dalam wawancara tersebut.
Fenomena ini sekaligus menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap perkembangan program Koperasi Desa Merah Putih yang saat ini mulai berjalan di sejumlah daerah.
Catatan Redaksi:
Berita ini disusun berdasarkan informasi dan video yang beredar di media sosial. Redaksi tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan membuka ruang klarifikasi dari pihak terkait.