KATINGAN – Aparat gabungan Polda Kalimantan Tengah berhasil mengamankan seorang pria berinisial A (38) yang diduga berkaitan dengan insiden penyerangan terhadap personel Satresnarkoba Polres Katingan saat operasi penggerebekan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah.
Penangkapan dilakukan pada Jumat (3/7/2026) pagi di kawasan Desa Tumbang Pariyei, Kecamatan Katingan Tengah. Informasi tersebut dibenarkan Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono saat dikonfirmasi awak media.
"Benar, kami mengamankan satu orang, tetapi perannya masih kami dalami. Inisialnya A," ujar AKBP Dodik Hartono.
Menurut Kapolres, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap dugaan keterlibatan A dalam peristiwa bentrokan yang terjadi saat operasi pemberantasan narkoba. Ia juga menyebutkan bahwa yang bersangkutan memiliki hubungan keluarga dengan target operasi yang sebelumnya menjadi sasaran penggerebekan.
Meski satu orang telah diamankan, aparat kepolisian masih terus melakukan pengejaran terhadap sejumlah pihak lain yang diduga terkait dengan peristiwa tersebut.
Di sisi lain, fokus utama aparat saat ini adalah melanjutkan pencarian dua personel Satresnarkoba Polres Katingan yang hingga kini belum ditemukan setelah insiden berlangsung.
"Kami memprioritaskan keselamatan anggota terlebih dahulu. Pencarian masih terus dilakukan, sementara proses penyelidikan juga tetap berjalan," kata Kapolres.
Memasuki hari kedua pencarian, tim gabungan dari Polres Katingan, Polda Kalimantan Tengah, serta unsur terkait terus menyisir aliran Sungai Katingan dan sejumlah lokasi di sekitar tempat kejadian.
Untuk mendukung operasi tersebut, Polda Kalimantan Tengah mengerahkan sekitar 100 personel dari Satbrimob dan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum). Selain melakukan pencarian, personel juga memperkuat pengamanan lokasi dan membantu proses penyelidikan.
Kapolres Katingan juga membenarkan adanya rencana dukungan dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dalam penanganan kasus tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada informasi mengenai jumlah personel yang akan diterjunkan.
Sebagaimana diketahui, operasi penggerebekan terhadap dua terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei pada Kamis (2/7/2026) dini hari berujung bentrokan. Dalam peristiwa itu, Aipda Yudhi Perdana Putra gugur saat menjalankan tugas, sementara Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana hingga kini masih dalam pencarian.
Kasus tersebut masih dalam proses penanganan aparat kepolisian. Proses penyidikan, pencarian personel yang hilang, serta pengejaran terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat terus dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
(Red)